Pemberian Melati Tandai Hari Ibu

Kamis, 22 Desember 2016 19:19 WITA
Pemberian Melati Tandai Hari Ibu - 12-hari-ibu-ke-88-(0).jpg
Humas Barito Kuala
Pemberian Melati Tandai Hari Ibu - 12-hari-ibu-ke-88-(1).jpg
Humas Barito Kuala
Pemberian Melati Tandai Hari Ibu - 12-hari-ibu-ke-88-(2).jpg
Humas Barito Kuala
Pemberian Melati Tandai Hari Ibu - 12-hari-ibu-ke-88-(4).jpg
Humas Barito Kuala
Pemberian Melati Tandai Hari Ibu - 12-hari-ibu-ke-88-(5).jpg
Humas Barito Kuala

BARITOKUALA - Peringatan Hari Ibu ke-88 tahun 2016 di Kabupaten Barito Kuala (Batola) terkesan unik. kegiatan dirangkai penyerahan sembako kepada para lansia oleh Ketua TP-PKK Batola Hj Noormiliyani AS Hasanuddin Murad dan para pimpinan organisasi wanita lainnya.

Menariknya, kegiatan juga dirangkai pemberian bunga melati dan ciuman dari Bupati Batola H Hasanuddin Murad kepada sang isteri Hj Noormiliyani, Wakil Bupati, Sekda, dan para forkopinda masing-masing kepada para isteri sebagai tanda kasih sayang dan ucapan terima kasih atas perjuangan dan pengorbanan yang diberikan baik terhadap suami, anak dan keluarga.

Peringatan Hari Ibu ke-88 di Batola berisi pelaksanaan upacara bendera dengan pelaksana mulai perwira upacara, komandan upacara, pengibar bendera, pembacaan pembukaan UUD 1945, dan pembacaan sejarah singkat hari ibu berasal dari perempuan.

Upacara bendera dengan seragam sasirangan plus peci bagi laki-laki dan seragam kebaya bagi perempuan itu dengan Inspektur Upacara Bupati Batola H Hasanuddin Murad.

Hasanuddin Murad saat membacakan sambutan tertulis Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Yohana Yembesi mengatakan, perempuan dan laki-laki memiliki peran dan kedudukan yang setara dalam mencapai tujuan negara serta dalam memperjuangkan kesejahteraan di semua bidang pembangunan seperti bidang pendidikan, ekonomi, sosial, politik, dan hukum.

Perempuan dan laki-laki, juga mempunyai kesempatan, akses serta peluang yaang sama sebagai sumber daya pembangunan. Hal ini juga sesuai dengan target yang harus dicapai dalam tujuan pembangunan nasional, baik jangka menengah dan jangka panjang atau pun target goals dari suistainable development goals(SDGS) sampai tahun 2030 mendatang.

Diterangkan, korban terbesar dari kasus-kasus kekerasan dan perdagangan orang, baik yang terlaporkan maupun tidak terlaporkan adalah perempuan dan anak.

“Maraknya kekerasan khususnya kejahatan seksual terhadap anak juga menjadi permasalahan bangsa yang harus segera dituntaskan berbagai kalangan. Hal ini mengingat anak tunas muda harapan bangsa yang kelak akan melanjutkan tongkat estafet kepemimpinan bagsa di masa mendatang,” katanya.

Untuk itu, sebut bupati, seiring perkembangan zaman dan globalisasi maka peran dan kontribusi perempuan dalam pembangunan tidak dapat dipungkiri. “Saat ini telah banyak kaum perempuan yang memiliki peran dan posisi strategis di berbagai kehidupan,” kata menteri.

Pada bagian lain, menteri juga menyampaikan pelibatan dan peningkatan peran kaum perempuan dan keluarga dalam pembangunan juga menjadi bagian penting dalam rangka penghapusan segela bentuk diskriminasi dan tindak kekerasan serta berbagai upaya mewujudkan kesejahteraan bangsa. Di sisi lain, pentingnya ketahanan keluarga juga menjadi bagian yang harus dikampanyekan.

“Maraknya berbagai persoalan di masyarakat seperti kekerasan, traficking, pornografi, infeksi manular seksual dan HIV/AIDS, narkoba, kriminalitas dan lainnya disebabkan runtuhnya pondasi ketahanan dalam keluarga,” katanya. (Humpro Batola)

Editor: Pemkab Barito Kuala
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
4408 articles 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
TRIBUNnews.com © 2019
Atas