Sekda Barito Kuala: Counter Kebohongan Publik

Selasa, 27 Desember 2016 15:46 WITA
Sekda Barito Kuala: Counter Kebohongan Publik - 12-apel_akhir_tahun_(2).jpg
Pemkab Barito Kuala
Sekdakab Batola, Ir H Supriyono SIP, saat memimpin pelaksanaan apel gabungan akhir tahun 2017 di halaman Kantor Bupati Batola, Selasa (27/12/2016).
Sekda Barito Kuala: Counter Kebohongan Publik - 12-apel_akhir_tahun_(3).jpg
Pemkab Barito Kuala
Sekdakab Batola, Ir H Supriyono SIP, saat memimpin pelaksanaan apel gabungan akhir tahun 2017 di halaman Kantor Bupati Batola, Selasa (27/12/2016).
Sekda Barito Kuala: Counter Kebohongan Publik - 12-apel_akhir_tahun_(4).jpg
Pemkab Barito Kuala
Sekdakab Batola, Ir H Supriyono SIP, saat memimpin pelaksanaan apel gabungan akhir tahun 2017 di halaman Kantor Bupati Batola, Selasa (27/12/2016).
Sekda Barito Kuala: Counter Kebohongan Publik - 12-apel_akhir_tahun_(1).jpg
Pemkab Barito Kuala
Sekdakab Batola, Ir H Supriyono SIP, saat memimpin pelaksanaan apel gabungan akhir tahun 2017 di halaman Kantor Bupati Batola, Selasa (27/12/2016).

MARABAHAN - Sekretaris Daerah Kabupaten Barito Kuala (Sekdakab Batola), Ir H Supriyono SIP memimpin pelaksanaan apel gabungan akhir tahun 2017 di halaman Kantor Bupati Batola, Selasa (27/12/2016).  

Apel usai libur nasional Natal 2016 ini berisi beberapa pengarahan mulai menyangkut pengelolaan pemerintahan, keuangan dan aset agar mampu mempertahankan opini WTP,  menyikapi situasi pilkada, penerapan SOPD baru, evaluasi hasil kinerja sesuai instruksi bupati awal tahun 2016, hingga evaluasi kinerja 2016 agar menyambut TA baru 2017 bisa lebih siap dan mantap.

Menyangkut situasi Pilkada Batola 2017 yang saat ini telah memasuki tahap kampanye, sekda mengharapkan, seluruh aparatur sipil negara (ASN) tetap dalam posisi netral sebagaimana ketentuan PP 53 Tahun 2010.

Mantan Kepala Bappeda Batola itu juga minta seluruh ASN agar jangan terlibat dukung mendukung terhadap salah satu pansangan calon (paslon). Sementara kepada para atasan diminta untuk melakukan pengawasan secara wasda atau waskat terhadap para bawahan dengan melakukan monitoring.

Apabila terdapat ada hal-hal yang bersifat kebohongan publik, sekda yang akrab disapa pak Pri itu minta, aparatur dapat berperan untuk meng-counter (menyanggah) melalui penjelasan kepada masyarakat dalam upaya meluruskan.

Sekda yang juga pernah menjabat Kadishutbun Batola itu menerangkan, Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 sengaja dibuat pemerintah agar posisi ASN tidak mudah terpengaruh dengan yang bersifat politis.

“Oleh karenanya bapak ibu tak usah khawatir dan tak usah memihak, insya Allah kebaradaan bapak akan aman-aman saja,” pungkasnya.

Pada bagian lain, suami Hj Sri Wahyuningsih itu juga berpesan, menjelang akhir tahun 2016 seluruh ASN Batola diminta agar menjunjung tinggi tugas sesuai kedudukan dan topuksi.

Ia juga mengingatkan, di akhir tahun seluruh ASN hendaknya dapat melakukan evaluasi terkait instruksi bupati baik menyangkut kegiatan, kinerja, motivasi, strategi, upaya maupun hasil apakah telah sesuai kualitas maupun kuantitas.

Sekda juga menjelaskan, saat ini pihaknya telah melaksanakan persiapan proses upaya penerapan SOPD baru sesuai dengan PP 18 Tahun 2016.  Terhadap kelembagaan sudah dilaksanakan, tinggal menempatkan pejabat-pejabatnya.

Karena itu, sebut sekda, kemungkinan besar akhir Desember 2016 tepatnya sekitar tanggal 30 atau 31 akan dilaksanakan pelantikan, terutama bagi pejabat eselon II dan III. (HUMPRO BATOLA)

Penulis: Pemkab Barito Kuala
Editor: Pemkab Barito Kuala
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
4415 articles 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
TRIBUNnews.com © 2019
Atas